Kontroversi di Balik Transfer John Obi Mikel


Mikel John Obi terlahir dengan nama asli John Michael Nchekwube Obinna, ia memulai karir sepakbolanya di usia 12 tahun. Saat itu Mikel berhasil menjadi salah satu dari 3000 talenta muda Nigeria yang mendapatkan kesempatan mengikuti program pelatihan sepakbola oleh Pepsi Football Academy.

Pepsi Football Academy sendiri dibentuk oleh Kashimawo Laloko, yang pada saat itu, ditahun 1992 ia mendirikan sebuah sekolah sepakbola di Nigeria. Usai dua tahun berjalan, tepatnya pada tahun 1994, Pepsi memutuskan untuk menjadi donatur tetap. Kemudian, sejak saat itu sekolah sepakbola yang didirikan Laloko ini disebut sebagai Pepsi Football Academy (PFA). Pepsi Football Academy kini sudah memiliki 14 tempat pusat latihan yang semuanya tersebar di belahan Nigeria.

Sejak pertama kali berdiri, PFA telah mengembangkan dan menerbitkan banyak pemain-pemain bintang bagi Nigeria. Tak sedikit pula dari mereka yang akhirnya menuai kesuksesan di Eropa. Seperti misalnya Peter Odemwingie, pemain ini sempat hilir mudik di klub-klub Premier League. Dan yang paling terkenal, yakni Mikel John Obi, dimana dirinya berhasil meraih semua trofi major Inggris ditambah dua trofi bergengsi Eropa dalam kurun waktu 10 tahun bersama Chelsea. Namun diawal perjalanannya untuk bermain di Liga Inggris, Mikel sempat menjadi tokoh utama pada salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah transfer sepakbola Inggris. Dimana Mikel seharusnya bermain untuk Manchester United, bukan dengan The Blues Chelsea.

Kisah ini dimulai ketika Obi Mikel yang kala itu berusia 12 tahun bersama dua saudara laki-lakinya yakni Eberi Obi dan Patrick Tochukwu Obi mengikuti program latihan Pepsi Football Academy. Di PFA, Mikel muda ditempa untuk menjadi seorang pesepakbola berbakat, bersama remaja-remaja muda Nigeria lainnya, termasuk Echezona Anyichie pemain asal Nigeria yang merupakan teman satu angkatan Mikel di PFA. Ada pula Peter Okoye, senior Mikel di Pepsi Football Academy pada saat itu, yang kini sudah menjadi penyanyi R&B; terkenal dengan nama PSquare bersama saudara kembarnya Paul Okoye.

Usai dari Pepsi Football Academy, diusia yang ke-15 tahun Obi Mikel melanjutkan karir mudanya ke akademi Plateau United. Kendati sudah dipanggil ke timnas Nigeria U-17 dan bergabung di camp latihan, Obi Mikel masih belum bisa memuaskan harapan pelatih Nigeria U-17 pada saat itu, yakni Ganiyu Salami. Dan buntutnya, ia pun dicoret dari squad. Namun, tak butuh waktu lama bagi Mikel untuk bisa kembali ke Golden Eaglets (Julukan bagi timnas Nigeria U-17). Mikel berhasil dipanggil kembali ke squad U-17 setelah dirinya tampil gemilang bersama Plateau United saat berhadapan dengan timnas Nigeria U-17, pada laga persahabatan. Di pertandingan tersebut Plateau berhasil mencukur Golden Eaglets dengan skor 4-0.

Obi Mikel juga berhasil masuk dalam squad Golden Eaglets yang mengikuti ajang Meridian Cup tahun 2003, sebuah kompetisi untuk pesepakbola dibawah 18 tahun, diikuti negara-negara benua Eropa serta benua Afrika. Seri ke-4 Meridian Cup yang diadakan di Mesir itu menjadi kali pertama Manchester United menemukan bakat Obi Mikel beserta pemain Nigeria lainnya, melalui pemandu bakat mereka Frank Lloyd. Dan ketika itu, Mikel juga sudah memiliki agen transfer bernama John Shittu. Meskipun tidak pernah memenangkan pertandingan pada ajang tersebut, timnas Nigeria U-17 tetap mendapatkan undangan dari Manchester United untuk mengikuti trial di pusat latihan Manchester United Complex Carrington bersama pemain inti Manutd, beberapa bulan usai kompetisi Meridian Cup berakhir.

Golden Eaglets yang sedang dalam persiapan untuk mengikuti FIFA World Cup U-17 2003 di Finlandia, pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Kalaupun para pemainnya tidak terpilih untuk menjadi pemain Manchester United, setidaknya punggawa-punggawa U-17 Nigeria bisa belajar banyak dari para pemain inti Manchester United untuk bekal mereka di Pildun U-17 nanti. Hasilnya ternyata membuat Sir Alex Ferguson terkesima, dan Obi Mikel menjadi salah satu pemain yang paling menarik perhatian dalam trial tersebut. Namun sayangnya, saat itu Mikel belum bisa menandatangani kontrak dengan Manchester United karena belum memiliki izin kerja dan usianya masih belum menginjak 18 tahun. Mikel pun terpaksa untuk melupakan sejenak tentang bermain di Inggris, dan fokus bersama Nigeria untuk mengikuti ajang Piala Dunia U-17 di Finlandia.

Hari itupun hampir tiba, dan persiapan makin gencar dilakukan asosiasi sepakbola Nigera, NFA. Termasuk salah satunya yakni mendaftarkan pemain yang akan diikutsertakan ke Finlandia nanti. Selain Mikel, ikut pula Echezona Anyichie, rekan Mikel ketika sama-sama masih memperkuat Pepsi Football Academy. Hal unik sempat terjadi ketika NFA mendaftarkan Mikel ke FIFA sebagai bagian dari timnas Nigeria U-17. Mikel yang terlahir dengan nama lengkap John Michael Nchekwube Obinna, didaftarkan oleh anggota NFA dengan nama 'Mikel John'. Alih-alih menggunakan nama 'Michael', petugas PSSI-nya Nigeria itu malah menuliskan nama 'Mikel'. Sejak saat itu John Michael Nchekwube Obinna lebih dikenal sebagai John Obi Mikel. Obi Mikel tidak terlalu mempermasalahkan kesalahan penulisan namanya itu, justru pada akhirnya ia secara resmi benar-benar mengganti namanya menjadi Mikel John Obi. Meskipun pada saat itu ia lebih dikenal sebagai John Obi Mikel, dirinya memilih meletekkan nama Mikel didepan, sehingga menjadi Mikel John Obi. Keputusan ini dikemukakan langsung oleh Mikel pada Agustus 2016 lalu.

Karena skalanya yang lebih besar daripada Meridian Cup, apalagi kompetisi Piala Dunia U-17 ini diikuti oleh pemain-pemain muda, maka pada saat itu tak sedikit para pencari bakat yang datang ke Finlandia untuk mencari talenta-talenta muda dari berbagai belahan dunia. Termasuk diantaranya adalah agen transfer Daniel Fletcher dari perusahaan Athletes1, yang disewa Manchester United untuk memantau Obi Mikel.

Setali tiga uang dengan penampilan mereka di Meridian Cup 2003, di ajang Piala Dunia U-17 2003 pun penampilan Golden Eaglets tidak begitu bagus. Meskipun di kompetisi yang kedua ini mereka berhasil mencatatkan satu kali kemenganangan. Namun, hasil itu tidak dapat mengangkat Nigeria naik ke peringkat satu ataupun dua, dan hanya bercokol di peringkat ketiga grup B. Alhasil mereka gagal lolos dari penyisihan grup, dan harus kembali ke kampung halaman.

Namun, kepulangan para elang muda ini justru disambut dengan baik oleh masyarakat Nigeria. Termasuk pemain no. punggung 10 mereka, yang bernama Mikel John Obi. Penampilan Mikel di World Cup U-17 2003 kala itu memang cukup menjanjikan. Dirinya memang tidak hebat dalam hal men-dribbling bola ataupun dalam hal kecepatan, Mikel pun hanya mencetak satu gol di ajang tersebut. Namun ia dinilai masyarakat Nigeria memiliki kemampuan operan, positioning, serta pergerakan yang sangat baik. Tak heran jika pada periode itu, namanya sering mengisi headline berita di Nigeria, dan mendapatkan predikat sebagai "The next Okocha". Bahkan pelatih Afrika Selatan yang sempat menjadi lawan Nigeria di kompetisi tersebut, sempat mengatakan kalau Mikel adalah pemain yang spesial. "Kami tidak dapat mengoper dengan baik, karena pemain nomer 10 itu. Bocah itu adalah pemain yang spesial." Tutur Serame Letsoaka seusai pertandingan.

Penampilannya yang semakin berkembang, membuat Manchester United semakin yakin untuk mendapatkan pemain ini. Fletcher yang merupakan agen transfer sewaan Manchester United pun kembali ke Inggris usai pagelaran Piala Dunia U-17 sambil membawa berkas-berkas penting untuk melaporkan pengamatannya kepada Sir Alex Ferguson. Sebagai bukti ketertarikan Manchester United kepada Mikel, Manchester United juga menawarkan beasiswa sekolah untuk Mikel yang saat itu usianya masih menginjak 17 tahun. Setelah melihat adanya prospek yang bagus Daniel Fletcher pun akhirnya mendaftar ke FA dan juga FIFA untuk menjadi agen transfer sah Obi Mikel. Meskipun pada saat itu Obi Mikel juga sudah menjadi klien dari agen transfer lainnya bernama John Shittu, sejak Mikel baru memperkuat Plateau United.

Sebelum kembali ke Inggris, Daniel Fletcher sempat bertemu dengan Mikel dan kedua orang tuanya. Fletcher mengatakan kalau saat itu dirinya sudah mencapati mencapai kesepakatan dengan kedua orang tua Mikel, namun ayah dan ibu Mikel mengklaim tidak pernah bertemu dengan Fletcher.

Sementara itu, agen Mikel lainnya, John Shittu mengatakan kalau pernah bertemu dengan Sir Alex juga asistennya Jim Ryan, kedua staff Manchester United itu mengetahui kalau Shittu merupakan agen dari Mikel. Shittu juga sempat mengatakan kalau dirinya sudah mencoba untuk mengadakan meeting dengan Sir Alex guna membahas masalah transfer Mikel, namun ia tidak pernah mendapatkan jawaban.

Shittu akhirnya berpendapat kalau Manchester United tidak lagi serius untuk mengontrak Mikel. Sir Alex Ferguson saat itu dinilai sudah tidak mau lagi melanjuti transfer Mikel, mungkin karena pada saat itu Ferguson sedang mengalami perselisihan dengan dua rekan bisnisnya John Magnier dan J.P. McManus, atau mungkin karena saat itu Manchester United baru saja ditinggal oleh salah satu petinggi nya yakni Peter Kenyon. Setelah tidak adanya kejelasan dari pihak Manutd akhirnya MU dan Mikel, ketika itu sempat kehilangan kontak beberapa bulan. Mikel pun tidak jadi mengambil beasiswa yang sebelumnya ditawarkan oleh Manchester United.

Peter Kenyon memang menjadi salah satu tokoh penting didalam kepengurusan Manchester United, ia berhasil membuat banyak keputusan yang sangat menguntungkan bagi Manchester United. Salah satunya adalah Kenyon berhasil menjembatani kerja sama antara MU dengan Nike dan Vodafone. Namun, setelah sukses bersama Manchester United Kenyon mengundurkan diri. Kemudian ia bergabung dengan Chelsea. Keputusan ini dianggap sangat kontroversial karena Kenyon pernah menyatakan dirinya adalah fans seumur hidup Manchester United.

Usai kepindahan Kenyon ke Chelsea, The Blues yang saat itu sedang membangun imperium bersama Roman Abramovich tiba-tiba ikut tertarik untuk mendatangkan John Obi Mikel juga beberapa pemain Nigeria lainnya bernama Ezekiel Bala dan Emmanuel Sarki. Disusunlah suatu siasat, agar Chelsea bisa mendapatkan Mikel dkk. Namun sayangnya, Chelsea masih belum bisa mengontrak Mikel. Karena saat itu Mikel masih belum juga memiliki izin kerja. Pemain asing yang ingin bermain di beberapa negara Eropa, pada saat itu memang diharuskan memiliki izin kerja, dimana salah satu syaratnya sang pemain mesti berusia minimal 18 tahun.

Agen Mikel yang bernama John Shittu itu memiliki hubungan bisnis dengan seorang agen lainnya yang bekerja di London, bernama Jerome Anderson, pemilik perusahaan Sport Entertainment and Media Group (SEM). Shittu bersama Jerome akhirnya membawa Mikel beserta kawan-kawannya keliling Afrika untuk melakukan trial dengan beberapa klub, salah satunya adalah Ajax Capetown. Hal ini dilakukan Shittu agar Mikel bisa tetap bermain sepakbola, sembari menunggu izin kerjanya keluar. Dan kemudian ia bisa bermain untuk Chelsea.

Namun, pada akhirnya Mikel dan kawan-kawan batal membela klub yang berasal Afrika. Setelah mendapatkan pembiayaan dari Chelsea, ditahun 2004 John Shittu dan Jerome Anderson bekerja sama lagi dengan agen sepakbola lainnya bernama Rune Hauge. Hauge membantu Shittu juga Anderson membawa Obi Mikel, Emmanuel Sarki, dan Ezekiel Bala menuju ke Norwegia. Di Norwegia masalah urusan imigrasinya tak begitu ketat. Obi Mikel CS datang ke negara Hauge dengan predikat sebagai pelajar. Sebab mereka tahu kalau FIFA melarang transfer pemain dengan usia dibawah 18 tahun.

Oleh Rune Hauge, Obi Mikel dan teman-temannya itu 'disekolahkan' di sekolah miliki Hauge bernama NTG. NTG sendiri menjadi salah satu pemasok pemain bagi klub Lyn Oslo. Alhasil, ketika itu Mikel dkk akhirnya bergabung dengan klub Lyn. Setelah berhasil mendapatkan klub sebagai tempat Mikel singgah hingga usianya 18 tahun, Shittu membuat kesepakatan dengan pemilik Lyn Morgan Andersen kalau nantinya Shittu akan dijual ke Chelsea. Kemudian Shittu pun kembali ke kampung halamannya.

Akhirnya pada 22 April 2005 Obi Mikel menginjak usia 18 tahun dan menandatangani kontrak profesional dengan Lyn Oslo. Shittu kemudian kembali ke Norwegia untuk bertemu dengan Mikel, dan membuat kontrak lagi dengan Obi Mikel kalau dirinya adalah sang agen. Setelah itu, Shittu kembali pulang ke kampung halamannya dan menitipkan pesan ke Andersen kalau Mikel siap hengkang ke Chelsea jika dokumen-dokumen yang diperlukan sudah tersedia.

Satu minggu kemudian, Chelsea melayangkan tawarannya ke Lyn untuk Obi Mikel. Sayangnya Lyn menolak untuk menjual Mikel, dengan dalih Chelsea terlalu arogan menganggap enteng kontrak Mikel yang sebelumnya sudah dijalin bersama Lyn. Chelsea batal mendapatkan Mikel.

Tak begitu lama, Jim Ryan yang merupakan petinggi Manchester United datang ke Norwegia bersama seorang agen untuk menawar Obi Mikel. Tawarannya Ryan kali ini diterima oleh Morgan Andersen sang pemilik klub. Mikel pun menandatangani kontraknya sebagai pemain Manchester United, usai Lyn dan Manchester United menyepakati harga 4 juta poundsterling untuk masa kontrak dua tahun. Kemudian Mikel diperkenalkan sebagai pemain Manchester United di TV Norwegia, dirinya melakukan interview sambil menggunakan jersey Manchester United dengan nomer punggung 21. Mikel mengatakan kalau dirinya gembira bergabung bersama United.

Shittu sempat menceritakan kalau kesepakatan yang dilakukan Andersen dan Ryan merupakan suatu paksaan. Saat itu Mikel merasa kebingungan karena tidak ada yang menemaninya, Mikel meminta untuk menyanyakan tentang kesepakatan itu kepada ayahnya melalui telepon. Namun Andersen membatasi hal itu, dan malah menyambungkan telepon kepada Sir Alex Ferguson.

Namun baik MU dan Andersen menolak tuduhan tersebut, mereka mengaku tidak ada unsur paksaan dalam masalah kontrak United. Bahkan menurut mereka, Mikel senang mendapatkan nomer punggung 21 bersama Manchester United.

Shittu yang geram mengetahui kalau sang klien melakukan kontrak tanpa sepengtahuan dirinya, akhirnya menuju Norwegia kemudian membawa kabur Mikel ke London. Di London, Mikel muncul dalam acara TV SkySports, ia mengatakan kalau dirinya dipaksa untuk menandatangani kontrak bersama Manchester United. Ia juga menambahkan kalau dirinya ingin bermain dengan Chelsea.

Merespon hal tersebut, pihak Manchester United dan Lyn akhirnya melaporkan John Shittu kepada FIFA. Selain Shittu, Manchester United juga melaporkan Chelsea yang menurut mereka mencoba untuk membajak transfer Mikel. Namun, Chelsea merasa dituduh mengenai hal itu, mereka merasa tuduhan yang dilayangkan Manchester United tidak berdasar.

FIFA pun bersedia turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Ia meminta kepada Mikel untuk sementara bermain kembali bersama Lyn Oslo sampai kasus ini menemui jalan terang.

Setelah beberapa bulan melakukan penyidikan serta penyelidikan akhirnya FIFA beserta tiga klub yang terlibat, Manchester United, Chelsea dan Lyn Oslo mencapai sebuah kesepakatan. Yakni Chelsea bisa mendapatkan Obi Mikel dengan membayar fee sebesar 16 juta poundsterling. Dimana 4 juta nya diberikan kepada Lyn Oslo, dan yang 12 juta diberikan untuk Manchester United. Chelsea pun menerima syarat tersebut, dan secara sah Obi Mikel menjadi milik klub Chelsea.

Beberapa tahun kemudian usai masalah transfer itu berakhir. Morgan Andersen yang saat itu merupakan pemilik klub Lyn Oslo, dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun dan denda sebesar 20,000 kroner sekitar 1.944 poundsterling. Pengadilan di Norwegia menyebutkan kalau Andersen melakukan pemalsuan dokumen mengenai kontrak profesional yang dilakukan oleh Mikel dengan Lyn pada saat Mikel berulang tahun di usia 18 tahun. Dokumen tersebut menggunakan tanda tangan Mikel yang diambil dari surat kontrak amatirnya bersama Lyn.

Setelah akhirnya resmi menjadi milik Chelsea, Mikel melakukan debut pertandingan pertamanya dengan seragam The Blues pada tanggal 12 September 2006 di ajang Liga Champions saat Chelsea bersua dengan klub asal Belgia, Levski Sofia.

Karirnya Obi Mikel di Chelsea dinilai sangat gemilang. 10 tahun membela Chelsea, Obi Mikel berhasil meraih semua trofi mayor di daratan Inggris (2 Premier League, 4 FA Cup, 2 League Cup, dan 1 Community Shield). Mikel juga sempat meraih dua trofi bergengsi Eropa (1 Champions League, dan 1 Europa League).

Saat di Chelsea, Obi Mikel sering menjadi pilihan utama meskipun dalam rentang 10 tahun itu Chelsea sering menggonta-ganti pelatih. Padahal saat itu banyak juga pemain yang silih berganti pindah dan juga datang, namun Obi Mikel tetap bisa bertahan selama satu dasawarsa.

Tidak ada komentar untuk "Kontroversi di Balik Transfer John Obi Mikel"