4 Fakta Unik Tentang Eden Hazard


Langsung saja, berikut ini 4 fakta unik mengenai Eden Hazard.

1. Keluarga Pesepakbola

Semua anggota Eden Hazard pernah menjadi pesepakbola, termasuk sang Ibu, Carine Hazard. Carine sempat bermain bersama Manage, klub yang pada saat itu berkompetisi di divisi utama liga sepakbola wanita Belgia. Semasa karirnya menjadi pesepakbola, Carine bermain di posisi depan sebagai striker. 

Ia mulai meniti karir sepakbola saat usianya menginjak 20 tahun, dan terpaksa harus berhenti 6 tahun kemudian, karena saat itu Carine sedang mengandung seorang bayi yang berusia tiga bulan. Setelah bayi yang kemudian diberi nama Eden Michael Hazard itu lahir, Carine tidak lagi melanjutkan karirnya menjadi pesepakbola. Sebagai gantinya, ia bekerja sebagai guru olahraga.

Sang ayah, Thiery Hazard, disamping pekerjaannya sebagai guru olahraga dirinya sempat bermain untuk klub lokal bernama R.A.A. Louviéroise, yang saat itu berkompetisi di divisi dua liga Belgia. 

Kalau sang ibu bermain sebagai striker, sang ayah punya cerita berbeda. Thiery bermain lebih ke belakang, kadang dirinya bermain sebagai gelandang bertahan, kadang pula ia bermain sebagai seorang bek. Pada tahun 2009, Thiery sengaja menghentikan karirnya sebagai pesepakbola, agar bisa lebih banyak mendapatkan waktu bersama keempat anaknya, yang semuanya laki-laki.

Anak pertama Thiery dan Carine diberi nama Eden Michael Hazard, dirinya mulai bermain sepakbola saat berusia empat tahun. di sebuah lapangan dekat rumahnya, yakni lapangan Royald Stade Brainois. 

Jarak antara rumah Hazard dan lapangan tersebut tidak terlalu jauh, bahkan sangat dekat, hanya dibatasi oleh sebuah pagar. Eden kemudian dimasukkan oleh sang ayah ke sebuah akademi bernama Tubize, yang letaknya tak begitu jauh dari tempat tinggal Hazard. Saat bermain bersama Tubize di salah satu kompetisi lokal, Eden Hazard berhasil membuat kagum seorang pencari bakat klub Lille yang ketika itu melihat permainan Hazard. Sang pencari bakat, kemudian bertemu dengan Thiery, dan menawarkan Hazard kontrak amatir untuk bergabung dengan akademi Lille. Thiery menerima tawaran tersebut dan berharap fasilitas di akademi Lille bisa memberikan manfaat lebih bagi sang anak. Dan benar saja, setelah menimba ilmu di akademi Lille, kemudian bergabung bersama tim senior, Hazard menjadi salah satu pesepakbola muda berbakat di Perancis pada saat itu. Hal itu kemudian membuat klub asal London bernama Chelsea tertarik untuk mendatangkan Hazard. Di Inggris, Eden Hazard berhasil menjelma menjadi salah satu pesepakbola terbaik di dunia.

Dua tahun setelah kelahiran Eden Hazard, Carine dikaruniai lagi seorang anak, yang sekarang menjadi salah satu pemain andalan klub Bundesliga, Borussia Monchengladbach, anak tersebut kini dikenal dengan nama Thorgan Hazard. Thorgan lahir dengan nama lengkap Thorgan Ganael Francis Hazard, sama seperti Eden, ia dimasukkan sang ayah ke akademi Tubize. Uniknya, ketika sang kakak bermain untuk klub Lille, Thorgan justru bermain bersama RC Lens. Yang notabene merupakan rival abadi dari Lille, kedua klub tersebut sering berlaga dalam sebuah pertandingan yang bertajuk Derby du Nord. Beberapa minggu usai Eden Hazard resmi berseragam The Blues, Thorgan kemudian menyusul ke London, dan menjadi Hazard kedua yang dibeli Chelsea pada saat itu. Kendati tidak pernah bermain di tim senior Chelsea, dan lebih sering dipinjamkan, Thorgan sempat bermain bersama Chelsea U-21. Semasa di Chelsea, Thorgan sudah dua kali merasakan jadi pemain pinjaman. 

Yang pertama ketika dipinjamkan ke negara asalnya Belgia, bersama klub Zulte Waregem. Kemudian ia juga pernah dipinjamkan ke Borussia Monchengladbach, klub yang sekarang sedang ia perkuat, setelah pihak Borussia bersedia untuk mempermanenkan dirinya. Bersama Gladbach, Thorgan bermain lebih sering dan menjadi salah satu pemain inti klub. Berkat permainan apiknya bersama Gladbach, Thorgan kembali berhasil menembus squad timnas Belgia, dan dimainkan saat pertandingan persahabatan melawan Belanda (09/12/2016) bersandingan dengan sang kakak Eden Hazard. Meskipun pada pertandingan tersebut Thorgan bermain sebagai pemain pengganti, ia berhasil memberikan satu buah assist yang membuat Belgia terhindar dari kekalahan.

Sementara anak ketiga Thiery dan Carine, lahir ditahun 1995. Saat itu Eden sedang berusia empat tahun, ketika Kylian Hazard dilahirkan. Sama seperti Eden, Kylian menghabiskan karir juniornya sebagai anggota akademi Tubize kemudian Lille. Sayangnya Kylian tidak berhasil promosi ke tim senior, justru setelah dari akademi Lille karir profesionalnya dilanjutkan dengan bermain bersama salah klub amatir Belgia, bernama White Star Bruxelles. Kalau dibandingkan dengan kedua kakaknya, Kylian memang tidak memiliki karir sepakbola yang begitu cemerlang. Semusim bersama Burxelles, Kylian yang bermain sebagai gelandang serang tidak pernah mencetak gol, bahkan hanya sempat dimainkan total lima kali dalam hitungan semua kompetisi. Setali tiga uang ketika dirinya bermain semusim di Zulte Waregem, Kylian juga cuma dimainkan dalam lima pertandingan dan lagi-lagi tak pernah mencetak gol ataupun memberikan assist. Buntutnya, kini Kylian berada di Liga Hungaria bersama Ujpest FC. Namun, di Ujpest ia lebih sering mendapatkan waktu bermain, dan bukan hanya dapat mendulang gol, bersama Ujpest Kylian sempat memberikan assist di beberapa pertandingan.

Dan yang terakhir adalah si bungsu Ethan Hazard. Ethan yang dilahirkan pada tahun 2003, masih belum bermain untuk klub profesional dikarenakan usianya yang masih belia. Dan dirinya mengikuti jejak kakak-kakaknya, memulai karir sepakbola dengan bergabung bersama akademi Tubize.

2. Pernah Hattrick dalam Keadaan Mabuk

Di Lille, Eden Hazard sempat bermain dalam satu tim bersama Dimitri Payet, Rio Mavuba, Yohan Cabaye, Mathieu Debuchy, Gervinho, serta beberapa nama tenar lainnya. Salah satu rekan Hazard pada saat itu, yakni Rio Mavuba sempat menceritakan kisah Hazard kala berseragam Lille. Mantan rekannya itu berkata kalau Hazard pernah mencetak hattrick dalam keadaan mabuk.

Peristiwa itu terjadi saat Hazard menjalani laga terakhirnya bersama Lille, sebelum dirinya pindah ke Chelsea. Di laga tersebut, Lille berhasil menang 4-1 atas Nancy, dimana Hazard berhasil mencetak hattrick. Menurut pengakuan Rio, Eden Hazard sedang dalam keadaan mabuk ketika berhasil menyarangkan tiga gol di pertandingan tersebut.

Malam harinya sebelum pertandingan, Rio memang sempat mengadakan pesta minum kecil-kecilan bersama Hazard dan beberapa pemain Lille lainnya sebagai bentuk perpisahan Hazard yang akan meninggalkan klub. Namun ketika pagi hampir tiba, Hazard masih tetap berpesta dalam keadaan mabuk, padahal sore nanti Lille akan bertanding melawan Nancy.

Bahkan, menurut Rio, hari itu Hazard tidak sempat tidur sampai pertandingan pamungkasnya berlangsung. Namun uniknya, Hazard berhasil mencetak hattrick di pertandingan melawan Nancy, dan tiga gol tersebut ia cetak dalam kurun waktu kurang dari 30 menit.

3. Menikah dengan Teman Masa Kecilnya

Banyak pesepakbola yang akhirnya menikah dengan teman masa kecilnya, termasuk salah satunya adalah Eden Hazard yang menikah dengan Natacha Van Honacker. Hazard bertemu dengan Natacha ketika berusia 14 tahun, yang mana keduanya bersekolah di satu SMA yang sama. Keduanya naik ke pelaminan pada 19 Desember 2010, dan sudah dikarunia dua orang anak laki-laki, bernama Yannis Hazard dan Leo Hazard.

4. Memiliki Anak yang Bernama Leo

Saat berkarir di Chelsea, Eden Hazard sempat berada dalam satu tim bersama Fernando Torres dan Gary Cahill. Ternyata ketiganya memiliki satu persamaan, yakni Hazard, Torres dan Cahill sama-sama memberikan nama 'Leo' untuk anaknya. Dan secara kebetulan, maskot klub Chelsea adalah singa yang bernama Leo.

Leo Hazard merupakan anak kedua dari pasangan Hazard dan Natacha yang dilahirkan pada Ferbruari 2013, saat Eden Hazard sudah bermain untuk Chelsea.

Tidak ada komentar untuk "4 Fakta Unik Tentang Eden Hazard"